-->

Ads 720 x 90

Header-hoz

Menyikapi "Penjara" Pandemi: Spiritual Journey

Menyikapi "Penjara" Pandemi: Spiritual Journey
Oleh: Syariful Alim
Covid 19 sudah sangat demikian tidak asing lagi bagi masyarakat dunia. Apalagi Indonesia yang perlahan mulai masuk ke puncak kurva pandemi.

Rekayasa sosial seperti Physical, Social bahkan Spiritual Distancing tak juga meredakan. Kemudian ditingkatkan lagi PSBB untuk tidak menuju Lockdown tetap tak bisa menurunkan kurva.
Pemerintah dengan segala kebijakan dari segala sisi pandang telah berusaha semaksimal mungkin. Tapi corona malah mulai akrab dengan Indonesia.

Kegaduhan mulai ketika sudah menyentuh mata pencaharian sandang dan pangan masyarakat. PSBB banyak dilanggar karena alasan mencari nafkah untuk makan keluarga. Terlihat solusi yang kurang komprehensif dari Pemerintah tidak sampai ke level pemenuhan kebutuhan pokok selama PSBB.

Kegaduhan bertambah dengan isyu-isyu politik bahkan menuju kearah rivalitas AS dan China. Bola salju atau bola panas (entah apa namanya) bergulir tanpa memberi hal pasti, kapan Pandemi usai?

Saya hanya ingin mengajak mematuhi aturan Pemerintah saat pandemi. Yaitu seruan stay at home. Terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap untuk menyikapi pandemi ini.

Asumsikan saja kita dipenjara di rumah sendiri. Bukan di penjara yang sesungguhnya. Dengan meneladani sikap para ulama saat dipenjara, yaitu dengan berkarya dan beramal semaksimal mungkin.

Banyak para ulama yang menghasilkan karya saat dipenjara. Sebut misalnya As Sarakshri, Ibn Taymiyah, Sayyid Qutb dan Hamka. Mereka menghasilkan kitab bahkan kitab yang monumental dalam hidup mereka disaat di penjara.

Mungkin saya tidak berharap kita menuliskan sebuah karya. Akan tetapi meningkatkan amal membaca quran atau berdzikir. Agar kegaduhan dan hiruk pikuk corona bisa kita nikmati. Alih-alih bisa mendapat jawaban langsung dari pencipta corona.

Berapa lama lagi pandemi ini usai kita sudah tidak peduli lagi. Sebab dengan semakin lama pandemi ada maka akan bertambah amalan2 kita. Berapa lama lagi PSBB mau diperpanjang oleh Pemerintah kita sudah tidak memikirkan lagi karena kita telah mempunyai program baca bahkan khatam Al Quran.

Mari kita nikmati pandemi ini dengan tetap patuh pada seruan Pemerintah dan MUI. Dan mengisi dengan kegiatan2 yang meningkatkan kualitas spiritual kita. Misal baca Qur'an sehabis shalat fardhu 1 juz maka selama 6 hari akan khatam Quran. Atau memperbanyak berdzikir, membaca shalawat, tadabbur AlQuran, bersedekah, membaca kitab dll dsb.

Akhirnya pandemi ini bisa jadi ladang amal atau ibadah kita. Sebab jalan ke syurga memang sungguh beragam. Salah satunya banyak beramal disaat masuk "penjara" karena covid-19.

Bambe, 26 Mei 2020
Hozairi
Sukses Harus Di Mulai Dari Mimpi

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter