-->

Ads 720 x 90

Header-hoz

Poros Maritim Dunia Dapat Dijadikan Grand Strategy Pertahanan Maritim

Penulis: Anwar Iqbal
Jakarta, JMOL ** Adanya visi poros maritim dunia yang dicetuskan Presiden terpilih, Joko Widodo, menjadi angin segar bagi masa depan strategi militer maritim. Bagaimana tidak? Faktanya, sejak hampir 69 tahun bangsa ini merdeka ternyata masih belum menemukan doktrin perang untuk negeri yang mayoritas fisiknya adalah laut dan kepulauan ini.
Menurut Letkol Laut (P) Salim dari Pusat Kajian Maritim Seskoal, hal tersebut diperlukan untuk mengisi kekosongan grand strategy pertahanan sebagai induk dari pelaksanaan kebijakan strategi militer maritim.
Ia menuturkan, selama ini terdapat gap yang lebar antara grand strategy dan taktik operasional militer. Saat ini, TNI AL punya doktrin Eka Sasana Jaya yang cantolannya ada pada doktrin TNI Eka Dharma. Di dalam doktrin Eka Sasana Jaya sudah mencakup semua elemen. Sedangkan strategi maritim Indonesia belum memiliki cantolan.
“Inilah rumitnya pemerintahan kita di situ,” ucap Salim.
Ia menjelaskan, grand strategy tersebut harus dapat diturunkan dalam bentuk kebijakan ocean policy yang komprehensif, sebagaimana Vision for Maritim Policy dari Korea atau Australia dalam Australia’s Oceans Policy-nya.
“Siapa yang mengeluarkan, ya Presiden. Kalau misal Dephan yang mengeluarkan, apa kementerian lain mau mengikuti? Belum tentu,” tuturnya.
Oleh karenanya, ia melihat ada sinyalemen positif dari pencetusan doktrin Indonesia sebagai poros maritim dunia tersebut. Hanya saja, hal tersebut perlu dilihat lagi bagaimana implementasi kebijakannya ke depan.
“Bagaimana pelaksanaannya, bagaimana menyatukan 13 stakeholdermaritim ini. Adakah undang-undang yang bisa menyatukan mereka?” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menceritakan, bangsa ini telah lama rindu pemimpin yang memiliki Ocean Leadership yang kuat dan berwawasan global. Ocean Leadership itu dapat dimaknai sebagai pemimpin yang sadar bahwa negerinya adalah Negara Kepulauan terbesar di Dunia. Pemimpin yang memilki Maritim Awareness, menyatu dengan rakyat yang memilki Geographical Awareness.
Pemimpin bervisi maritim yang selanjutnya tecermin dalam ocean policy yang komprehensif, yang akan melahirkan Vision for Marine Policy of Indonesia atau Indonesia’s Oceans Policy. Pemimpin yang mampu menyatukan bahwa Tentara atau Angkatan Perang adalah Angkatan Perang Negara Kepulauan.
“Itu merupakan salah satu cita-cita saya memiliki pemimpin dengan Ocean Leadership yang kuat, Dan memiliki wawasan maritim yang global. Tidak gampang orang mempunyai konsep seperti itu. Itu sebuah langkah yang luar biasa,” pungkasnya.
Editor: Arif Giyanto ------Jurnal Maritim © 2014
Hozairi
Sukses Harus Di Mulai Dari Mimpi

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter